hari minggu adalah waktu
yang tepat untuk berpetualang.kemarin 12 Oktober 2014 saya bersama teman (dia
sering dipanggil EMAN) Kami bersepakat untuk menikmati keindahan air terjun
yang menurut informasi yang berada di jalur pante selata. dari info yang kami
peroleh sebelum berangkat kami mendapatkan info kalo tiba di jembatan kaliwajo
bertayalah di masyarakat sekitar.
jembatan kaliwajo , naik terus keatas
setelah tiba di jembatan
kaliwajo kami beristirahan dan mencari informasi dari warga sekitar tentang air
terjun dan kami mendapatkan info jalan menuju air terjun, naik saja terus
keatas ikuti saja jalan ini terus
| pertigaan belok kanan keatas |
ketika kami terus berjalan
kami menemukan pertigaan lalu kamipun bertanya pada warga tentang jalan menuju
air terjun dan mereka menyuruh kami
belok kanan dan naik keatas
pertigaab belok kanan keatas
kamipun terus berjalan dan
sampe di sebuah pasar, kamipun kembali bertanya pada warga disekitar karna kami
menemukan pertigaan dan wargapun menyuruh kami belok kanan dan naik keatas.
kamipun tetap semangat walaupun kondisi jalan yang kurang baik dengan penuh
kesabaran dan perhitungan kami bisa melewati medan yang cukup butuh
keterampilan.
jalan yang dilewati
hendaknya meliwati medan
seperti ini kita harus mengunakan KUDA BESI yang tangguh dan mampu menaklukan
medan yang seperti ini
KUDA BESI
Dalam perjadan, kami brtemu
dengan REHAN (15 tahun ) warga desa RATE BITO kami berhenti sejenak
beristirahat sambil berbincang bingcang bersama REHAN. Kami bertanya pada REHAN
di mana letak air terjun dan dia menunjuk ke sana dan kamipun memintanya menemani
kami untuk menuju kesana dan REHAN tak
menolak untuk mengantar kami.
REHAN, 15 Tahun
Kini perjalanan kami semakin
ramai karna telah bertambah satu orang. Karna medan yang cukup terjal, saya dan
REHAN berjalan kaki dan EMAN yang mmengendarai motor hingga tempat parkir
kendaraan di dekat jembatan bambu.
Jembatan Bambu
Setelat memarkirkan motor
kami bertiga melanjutkan perjalanan menuju DUSUN DETUKI. Sesampainya disana
kami disambut gembirah oleh warga dusun terutama anak-anak, mungkin mereka
menganggap saya WISATAWAN ASING, mungkin karna penempilan yang mendukung
hahaha.kini perjalanan semakin ramai karna aanak-anak dusunpun bergabung
bersama menuju air terjun.
DUSUN DETUKI.
Bersama anak-anak DUSUN
DETUKI.
Kini perjalanan terasa lebih
ceriah dengan canda tawa adik adik yang lucu, hingga keceriaan itu mengantarkan
kami sampe pata jalur air terjun
Selamat Datang
Perasaanku semakin senang
karna tertulis kurang lebih 1 KM menuju AIR TERJUN, artinya sebentar lagi
perjuanganku akan memperoleh hasilnya , dan saya pun semakin bersemangat untuk
menuju kesana
perjalanan yang seru
melintasi jembatan
Jembatan bambu
Akhirnya kami tiba juga di
tempat yang indah yang masih jarang dikunjung oleh WISATAWAN. Tanpa membuang
waktu saya langsung mesuk kedalam air untuk merasakan kesegaran air terjun dan akupun melepas dahagaku dengan minum air
terjun yang bersih dan menyegarkan.
AIR TERJUN
AIR TERJUN
AIR TERJUN
AIR TERJUN
Setelah puas menikmati
kesegaran dan keindahan air terjun, kami un beramai rammai pulang menuju dusun DETUKI.perjalanan pulang menuju
dusun DETUKI cukup membuat tenggorokan
kering, sesampainya di dusun DETUKI kami
mampir sebentar untuk minim air yang diberikan warga dusun dan kamipu berpisah
di dusun DETUKI.
beristirahat melepaskan dahagah,
sebelum melanjutkan perjalanan pulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar