Rabu, 22 Oktober 2014

Gunung Panderman


 Gunung Panderman terletak di barat daya Kota Batu, Jawa Timur, tepatnya berada di pinggir Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. Untuk Mendaki Gunung Panderman, dimulai dari dusun Toyomerto sebagai pos awal pendakian. Dusun Toyomerto bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan, dari Kota Batu sekitar 3 km, sedangkan Kota Batu sendiri dari Kota Malang sekitar 18 km. Bisa juga memanfaatkan kendaraan umum, yaitu bus jurusan Malang-Jombang/Kediri atau sebaliknya (Puspa Indah), turun di perempatan Desa Pesanggrahan, Kota Batu, dari sini tinggal 2 km lagi.
Jalur atau rute pendakian Gunung Panderman dimulai dari dusun Toyomerto. Dari sini pendaki bisa menitipkan kendaraan dan registrasi pendakian. Untuk tarif masuk tidak ditentukan harga pasti, tetapi untuk penitipan kendaraan dikenakan tarif 5000 per hari. Pos pendaftaran berupa rumah penduduk yang ada diujung dusun.

 Dari pos awal kita berjalan menuju tempat sumber air, disini bisa mengisi bekal air bersih terakhir karena setelah itu tidak akan dijumpai lagi sumber air. Perjalanan berikutnya kita akan sampai di Pos Latar Ombo, disebut demikian karena lokasinya merupakan dataran yang cukup luas, bisa untuk mendirikan tenda atau sekedar istirahat.  

 Ngopi di LATAR OMBO

 LATAR OMBO

 Keceriaan di LATAR OMBO

Dari Latar Ombo menuju pos berikutnya adalah  Watu Gede , ditandai dengan batu-batu besar. Dari tempat ini, dengan medan menanjak dan terjal, jadi harus hati-hati

Berkibarlah bendera

Puncak Bayangan

Begitu sampai puncak, kita akan melihat pemandangan yang tidak kalah cantik. Pemandangan tanpa batas akan keindahan kota Malang dan Batu dapat kita saksikan dari atas Gunung Panderman. Tapi kita harus hati-hati dan waspada karena di puncak Panderman terdapat banyak sekali monyet yang berkeliaran. Simpan barang bawaan dengan baik karena monyet-monyet di sini sangat usil.

 atas Gunung Panderman

aku dan tim

 bersama WISATAWAN ASING

Puncak Panderman

 monyet di Gunung Panderman

monyet-monyet yang usil.

KuKuKu



Sering kita lihat di sekitar kita, orang yang memiliki kuku yang panjang , walaupun tak semua orang suka dengan kuku yang panjang,saya adalah orang yang memiliki kuku yang panjang saya pernah memiliki kuku yang pancang yang saya jaga  kurang lebih  satu tahun. Dalam kurun waktu tersebut ada banyak pendapat dari orang orang disekitar yang berpendapat tentang kukuyang panjang ada yang memuji dan ada yang menyarankan untuk memotongnya.


Sabtu 19 Oktober 2014 sekitar pukul 20.00 Wita di lapangan Kota Baru- Maumere 

Terasa ada yang berbeda dengan jariku yang biasanya di hiasi dengan kuku indah nan panjang dan kuat karna kini kuku yang panjang telah berpisah dengan jariku . Hal yang terjadi sepertinya sederhana namun lewat peristiwa itu aku dapat mengambil sebuah pelajaran tentang kehidupan ,kukuku mengajarkan padaku bahwa semua yang hidup pasti akan mati, tidak ada kekuatan yang abadi selain ALLAH SWT  dan kita harus mengiklaskan apa yang kita miliki disaat dia telah berpisah dengan kita. 

AKU DAN JAS HIJAU



Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar didirikan pada tanggal 23 Juni 1954 dan ditinjau dari segi usia, UMI merupakan perguruan tinggi tertua dan merupakan perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan timur Indonesia. 

Jas HIJAU

Kartu Mahasiswa

Bina AKRAB HIMAKESMAS FKM-UMI 2009
Lokasi Tanjng Bayam

Bina AKRAB HIMAKESMAS FKM-UMI 2009

Pesantren Darul Mukhlisin

Padang Lampe

LK  SENAT  FKM=UMI

LK SENAT ANGKATAN V DI PUCAK-MAROS

pengurus HIMAKESMAS

POSKO PBL

Teman-Teman PBL

 POSKO KKN



Teman-Teman Posko KKN

FKM-UMI Angkatan 2009
Kelas L1 &L2

Penelitian Skrispi di Puskesmas Jongaya 
Kecamatan Tamalate Kota Makassar Tahun 2013

Acara Wisudah di Kampus II UMI

Auditarium AL-Jibra Tahun 2014


menyandang gelar SKM



Senin, 13 Oktober 2014

AIR TERJUN MURU SOBE

hari minggu adalah waktu yang tepat untuk berpetualang.kemarin 12 Oktober 2014 saya bersama teman (dia sering dipanggil EMAN) Kami bersepakat untuk menikmati keindahan air terjun yang menurut informasi yang berada di jalur pante selata. dari info yang kami peroleh sebelum berangkat kami mendapatkan info kalo tiba di jembatan kaliwajo bertayalah di masyarakat sekitar.

jembatan kaliwajo , naik terus keatas

setelah tiba di jembatan kaliwajo kami beristirahan dan mencari informasi dari warga sekitar tentang air terjun dan kami mendapatkan info jalan menuju air terjun, naik saja terus keatas ikuti saja jalan ini terus

pertigaan belok kanan keatas
ketika kami terus berjalan kami menemukan pertigaan lalu kamipun bertanya pada warga tentang jalan menuju air terjun dan mereka  menyuruh kami belok kanan dan naik keatas

pertigaab belok kanan keatas

kamipun terus berjalan dan sampe di sebuah pasar, kamipun kembali bertanya pada warga disekitar karna kami menemukan pertigaan dan wargapun menyuruh kami belok kanan dan naik keatas. kamipun tetap semangat walaupun kondisi jalan yang kurang baik dengan penuh kesabaran dan perhitungan kami bisa melewati medan yang cukup butuh keterampilan.

jalan yang dilewati







hendaknya meliwati medan seperti ini kita harus mengunakan KUDA BESI yang tangguh dan mampu menaklukan medan yang seperti ini

KUDA BESI

Dalam perjadan, kami brtemu dengan REHAN (15 tahun ) warga desa RATE BITO kami berhenti sejenak beristirahat sambil berbincang bingcang bersama REHAN. Kami bertanya pada REHAN di mana letak air terjun dan dia menunjuk ke sana dan kamipun memintanya menemani kami untuk menuju kesana  dan REHAN tak menolak untuk mengantar kami.

REHAN, 15 Tahun

Kini perjalanan kami semakin ramai karna telah bertambah satu orang. Karna medan yang cukup terjal, saya dan REHAN berjalan kaki dan EMAN yang mmengendarai motor hingga tempat parkir kendaraan di dekat jembatan bambu.
Jembatan Bambu

Setelat memarkirkan motor kami bertiga melanjutkan perjalanan menuju DUSUN DETUKI. Sesampainya disana kami disambut gembirah oleh warga dusun terutama anak-anak, mungkin mereka menganggap saya WISATAWAN ASING, mungkin karna penempilan yang mendukung hahaha.kini perjalanan semakin ramai karna aanak-anak dusunpun bergabung bersama menuju air terjun.

DUSUN DETUKI. 

Bersama anak-anak DUSUN DETUKI. 

Kini perjalanan terasa lebih ceriah dengan canda tawa adik adik yang lucu, hingga keceriaan itu mengantarkan kami sampe pata jalur air terjun

Selamat Datang

Perasaanku semakin senang karna tertulis kurang lebih 1 KM menuju AIR TERJUN, artinya sebentar lagi perjuanganku akan memperoleh hasilnya , dan saya pun semakin bersemangat untuk menuju kesana
perjalanan yang seru

melintasi jembatan

Jembatan bambu

Akhirnya kami tiba juga di tempat yang indah yang masih jarang dikunjung oleh WISATAWAN. Tanpa membuang waktu saya langsung mesuk kedalam air untuk merasakan kesegaran air terjun  dan akupun melepas dahagaku dengan minum air terjun yang bersih dan menyegarkan.

AIR TERJUN


AIR TERJUN

AIR TERJUN


AIR TERJUN









Setelah puas menikmati kesegaran dan keindahan air terjun, kami un beramai rammai pulang menuju  dusun DETUKI.perjalanan pulang menuju dusun  DETUKI cukup membuat tenggorokan kering,  sesampainya di dusun DETUKI kami mampir sebentar untuk minim air yang diberikan warga dusun dan kamipu berpisah di dusun DETUKI.

beristirahat melepaskan dahagah, 
sebelum melanjutkan perjalanan pulang